Semester 1 kemarin, Aku ama temen kelasku yang namanya Elia Kumala abis nglakuin penelitian Sosiologi tentang Mobilitas Sosial yang di suruh ama guru Sosiologi namanya Pak Arwan Rosyadi . Buat anak IPS tahu kan arti Mobilitas Sosial?? Ya udah paling ada yang gag tahu aku kasih tahu arti Mobilitas Sosial. Jadi Mobilitas Sosial adalah suatu perpindahan atau pergerakan sosial seseorang di masyarakat baik keatas maupun kebawah atau bahkan perpindahan sosialnya tidak keatas maupun kebawah akan tetapi sederajat saja. Jadi Mobilitas Sosial di bagi menjadi 2 yaitu Mobilitas Sosial Vertikal dan Mobilitas Sosial Horizontal, jika perpindahannya keatas / kebawah berarti itu tergolong kedalam Mobilitas Sosial Vertikal. Nah, contoh daripada Mobilitas Sosial Vertikal keatas semisal seorang guru yang dengan usahanya ia manaikkan status sosialnya menjadi seorang kepala sekolah. Adapun contoh daripada Mobilitas Sosial Vertikal kebawah adalah kebalikan dari Mobilitas Sosial Vertikal Keatas, jadi seorang yang telah menjadi kepala sekolah itu turun menjadi seorang guru bahkan bisa lebih bawah lagi statusnya misalnya yang tadinya menjadi seorang kepala sekolah turun jabatannya menjadi seorang cleaning service.
Nah dan contoh daripada Mobilitas Sosial Horizontal (sederajat) adalah perpindahan sosial yang tidak keatas maupun kebawah seperti perpindahan agama, ras, suku, jenis kelamin (bisa kan?) dan lain-lain. Karena hal-hal di atas tidak ada stratifikasi atau tingkatannya. Jadi Mobilitas Sosial secara Vertikal perpindahannya berkaitan dengan stratifikasi sosial dan Mobilitas Sosial secara Horizontal perpindahannya didasari oleh diferensiasi sosial.Udah ngerti kan sekarang apa itu Mobilitas Sosial??
Nah, ceritanya kemarin tuh Aku ama Elia bingung siapa ya yang mau dijadiin informan penilitian?. Tapi setelah kita berpusing pusing akhirnya kita ndapetin 1 nama yang telah melakukan Mobilitas Sosial. Guess who? Artinya coba tebak? Yak! Dan kita akhirnya memutuskan Pak Moh.Mochtar kita jadikan sebagai informan penilitian Sosiologi tentang Mobilitas Sosial ini. Siapa Pak Moh.Mochtar itu? Dan beliau adalah seorang kepala sekolah SMP IT Ihsanul Fikri (SMPnya Aku ma Elia). Beliau telah melakukan mobilitas sosial, dulu ketika beliau belum menjadi seorang kepsek, banyak hal yang telah beliau perjuangkan sejak masih kecil hingga sebelum menjadi kepala sekolah seperti sekarang ini. Disini aku gag mau nyeritain gimana kisahnya, tapi ceritanya Pak Mohtar dapat dibaca di bagian bawah pada bagian Laporan Penilitian. Sabar ya, hehe…
Sekarang aku mau nyeritain pas aku ma Elia ke rumahnya Pak Mohtar. Kesananya aku ma Elia diboncengin Diaz minjem motornya Pak Umar buat kerumahnya Pak Mohtar sore-sore habis pelajaran yang paling terakhir yaitu pelajaran TIK (sebelumnya pas pelajaran TIK aku sempet-sempetin buat ngeBlog dulu heheh). Tau nggak sih kita cenglu gitu deh… rumahnya Pak Mohtar itu di Blabak and awalnya Diaz tuh gag tahu jalan trus kita hampir nyasar gitu deeh..tapi akhirnya dapet jalan tembusan yang sampai pada akhirnya nyampe di Mr.Mochtar’s House (jengjeng). Pas sampe sana langsung disambut sama Pak.Mohtar karna sebelumnya kita dah janjian duluan. Tapi waktu itu Pak Mohtar dah mau ke musholla karena saat itu adzan maghrib sudah berkumandang. Akhirnya kita sekalian deh ikutan ke musholla dekat rumah Pak Mohtar untuk solat maghrib dan ketika itu kita lagi shaum lho….Ya…akhirnya kita mbatalin shaum abis solat makan martabak beli di warsek.
Setelah solat, kami langsung menuju rumah P.Mohtar dan langsung melakukan penelitian. Tahu nggak sih loe??? Ceritanya kita disuruh bawa recorder buat ngrekam apa yang dibicarain informan dan recorder yang kita bawa adalah HP Nexian Seri Anang dan Syahrini milik Salma Diaz Wuri. Akan tetapi, P.Mohtar menawarkan untuk meminjamkan tape recordenya kepada kita berdua. Dan tanpa berfikir panjang, kami menerimanya untuk kami pinjam. So, gag jadi deeh make HP Anang Syahrininya si Diaz. Setelah itu, kita langsung capcus penilitian.
Setelah acara interview P.Mohtar selesai, kami langsung disuruh makan soto sapi…eh sapi apa kambing ya?? Ahh pokoknya kita berdua dikasih soto, dan tau nggak kenapa? Sotonya tuh paaaannnaaassssss……….banget udah gitu satu piring penuuuuuuhhh………banjet…….Dan kita harus ngabisin semmuuaanya…..duh rasanya waktu itu aku dah gag kuat lagi..swear..beneran..gag boong..!!! tapi mau gimana lagi, kan kiya harus ngehargain beliau karena telah menjamu kita…
Setelah acara makan-makan, kita solat isya’ dulu di musholla tadi kita pake buat solat maghrib. Setelah itu, kita langsung dianterin pulang ke asrama pake mobilnya P.Mohtar. Di jalan, aku sempet buka HPnya si Diaz and aku iseng buka recorder di HPnya…..nah ternyata reordernya tuh kalo di pake gag bertahan lama-lama karna durasi buat ngrekam karena apa? Karena memori HPnya Diaz udah penuh..!! So…kita Alhamdulillah banget dipenjemin tape recordernya P.Mohtar. Coba kalo tadi kita sok jaim gag mau dipinjemin dan bersikokoh make HPnya Diaz……gag tau deh ntar jadinya gimana??? Tiba-tiba, P.Mohtar sempet berhenti terus mampir di sebuah minimarket..pas itu kita hanya berdiam diri di mobil dan memandang P.Mohtar dari kejauhan….terlihat P.Mohtar sedang mbeliin kita Ice Cream dan mbeliin something buat keluarganya. Nah setelah beliau masuk mobil, P.Mohtar langsung ngasih kita Ice Cream WALLS Cornetto rasa Strawberry. Rasanya tuh kita seneng bercampur nggak enak sama beliau, karna Pak.Mohtar dah repot-repot nganterin kita pulang eh malah tambah mbeliin kita Ice Cream..Tapi nggak apalah, kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya atas semua yang diberikan bapak kepada kami. Dan kami ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya pula kepada P.Mohtar karena sampai detik ini tape recorder yang bapak pinjamkan belum juga kami kembalikan. Yang mana seharusnya kami kembalikan setelah proyek laporan penelitian kami selesai.Dan saat ini Alhamdulillah kami telah selesai menyusun laporan penelitiannya, jadi tape recordernya seharusnya sudah kami kembalikan. Akan tetapi sekali lagi kami meminta maaf kepada bapak karena alasan kami belum mengembalikan tape recorder bapak adalah karena kami selalu lupa untuk mengembalikannya. InsyaAllah kita akan mengembalikannya kepada bapak sesegera mungkin,Amin…..
Di bawah ini adalah bentuk Laporan Penelitian kami…
Rancangan Penelitian Sosiologi,disusun oleh Elia Kumala dan Quartin Qonitaa Q, Kelas XI IPS SMA IT IHSANUL FIKRI 2011
‘’Perjuangan Hidup Seorang Kepala Sekolah’’
BAB 1
A . Latar Belakang
Suatu profesi dapat berubah sewaktu-waktu , baik ke atas maupun ke bawah ,seperti halnya saja seorang tukang montir yang dengan gigih dan semangatnya, ia terus berusaha untuk memperbaiki hidupnya ,atas hasil kegigihannnya tersebut .suatu hari ia telah dapat menjadi seorang pemilik toko mobil yang bias dibilang ‘’sukses’’,.perubahan status dan peran inilah disebabkan oleh atas dasar kemauan untuk maju, semangat optimisme yang tinggi , dan berusaha
Dengan dasar-dasar itulah kemungkinan untuk berubah atau melakukan mobilitas sosial akan mungkin benar-benar terjadi dalam kehidupan kita , dan jika kita telah berada di status (yang bisa dibilang ) sudah ‘’tinggi’’ tetapi kita tidak ada rasa untuk mempertahankannya /membiarkan status tinggi tersebut lepas .Maka kemungkinan yang akan terjadi ialah perpindahan/mobilitas sosial ke bawah
B. Rumusan Masalah
Bagaimana proses (sekaligus perubahan ) status dan peran sosial pak Mochtar sejak menjadi penjual kayu dari hutan dan menjual bakso sampai menjabat sebagai seorang guru sekaligus Kepala Sekolah ? jenis mobilitas sosial apakah yang terjadi?
C. Tujuan dan Manfaat Penelitian
Secara teoritis .Penelitian ini mampu mengindentifikasi status dan peran yang pernah melekat pada kehidupan seorang pak Mochtar sejak terakhir menjadi tukang bakso sampai sekarang menjadi seorang guru sekaligus kepala sekolah , secara praktis . informasi dari penelitian ini di harapkan mampu memberikan informasi bagi pembaca khususnya peneliti tentang perjuangan menapaki kehidupan sosial yang lebih baik,
D .Tinjauan Pustaka (Teori)
Menurut Michel S.Bassis ,mobilitas social adalah suatu gerak perpindahan ke atas atau ke bawah lingkungan sosial-ekonomi yang mengubah status social seorang dalam masyarakat . Secara umumnya, mobilitas sosial dapat diartikan sebagai perpindahan(perubahan)status dan peran sosial individu/kelompok ke status dan paran sosial lainnya , baik yang berupa perubahan horizontal maupun vertical(naik/turun)
E Metode Penelitian E.1 Penelitian kualitatif Deskriptif
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif ,menguak informasi tentang hal-hal yang berkaitan dengan mobilitas sosial subjek penelitian ,menyajikan fenomena sosial dalam bentuk deskripsi kualitatif dan kronologis.
E.2 Subjek Penelitian
Pelaku mobilitas sosial berasal dari Desa Ngglagaan, kec.Sambong yang memiliki banyak sekali mobilitas sosial ,yang sampai sekarang bekerja sebagai Kepala Sekolah di SMP IT Ihsanul Fikri
E.3 Teknik Pengumpulan data Wawancara mendalam
Wawancara dilakukan secara terbuka dengan berbincang-bincang seperti biasa , maksudnya ,informan berbicara tentang kehidupannya tidak dibatasi dengan pertanyaan yang diajukan
E.4 Informan Teknik memilih
Informan dipilih dengan cara purposif .Dengan memahami bahwa subjek penelitian pelaku mobilitas social ,dan pelaku mobilitas adalah yang paling mengetahui tentang apa yang ia lakukan,maka subjek penelitian sebagai pelaku mobilitas menjadi informan kunci pada kali ini .
E.5 Analisa Data
Data yang berhasil diperoleh akan dianaliasis secara kualitatif .data yang berbentuk tulisan atau dokumen diinterprestasi dan diklasifikasi berdasarkantema-tema tertentu (status dan peran masa llalu dan kini ).yang akan dikaitkan dengan teori,data dari hasil wawancara akan ditranskrip kedalam bentuk tulisan,kemudian diinterprestasi dan diklasifikasi berdasarkan teme-tema tertentu,lalu dikaitkan dengan teori serta ,mengingat bahwa mobilitas social akan lebih mudah dijelaskan secara historis (sejarah)data yang diperoleh akan disajikan secara historis
E.6 Sistematis Penulis Laporan
BAB 2
Pembahasan bab ini berisi profil umum subjek penelitian (nama,usia,dan identitas lain ) penjelasan status dan peran kasus penelitian sejak punya banyak mobilitas social yang sampai sekarang bekerja sebagai kepala sekolah serta analisis social yang terjadi dalam fenomena ini.
Riwayat hidup
Ahmad Mochtar, seorang yang bertempat tinggal di Desa Ngglagakan kecamatan Sambong dekat Blora. Beliau lahir pada tanggal 11 April 1957 dengan orang tua Ridwan dan Fatonah. Beliau merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara dan beliau merupakan anak laki-laki satu-satunya dari saudara-saudaranya tersebut. Kedua kakaknya bernama Munawwaroh dan Siti Zahrah. Ayahnya yang seorang kyai dan memiliki sebuah pondok kecil yaitu pondok Sallafiyah meninggal pada saat beliau masih berusia sekitar 7 tahun ( kelas 1 SD ). Setelah ayah beliau wafat, pondok Sallafiyah yang semula berdiri tidak ada lagi yang mengurus sehingga pondok tersebut menjadi mati.
Kehidupan ekonomi keluarga Pak Mochtar semakin menurun, keluarga beliau merupakan keluarga yang paling tidak punya diantara saudara-saudaranya. Sehubungan dengan hal itu, karena Pak Mochtar merupakan satu-satunya anak laki-laki dan beliaulah yang mempunyai tenaga paling memungkinkan untuk bekerja, jadi beliaulah yang harus memeras keringat untuk menghidupi keluarga beliau. Beliau pada saat itu berusia 10 tahun ( kelas 4 SD ) mulai bekerja yaitu mencari rumput lalu dijual di kota. Dan saat beliau berumur 11 tahun beliau mulai berinovasi yang semula mencari rumput menjadi berjualan es di stasiun.Setelah lulus Sekolah Dasar ( SD ), beliau ingin melanjutkan sekolahnya yaitu Sekolah Menengah Pertama ( SMP ). Akhirnya Pak Mochtar dapat sekolah di SMP Negeri. Akan tetapi keluarga Pak Mochtar tidak mampu untuk membiayai sekolah beliau di SMP tersebut. Sehingga beliau memutuskan untuk pindah di SMP Islam Cepu yang mana sekolah tersebut pembiayaan sekolah lebih meringankan keluarga Pak Mochtar karena sistemnya dapat dihutang. Selama SMP Pak Mochtar bekerja dibantu dengan ibunya yaitu berjualan kelapa. Setiap hari berangkat pagi untuk berjualan kelapa dan pada pukul 13.00 siang beliau mulai sekolah.
Setelah tamat SMP, Pak Mochtar ingin melanjutkan sekolahnya di SMA 1 Cepu, tapi karena tidak mempunyai biaya untuk sekolah di SMA tersebut Pak Mochtar diambil oleh kakak laki-laki beliau ( kakak dari ayahnya tapi beda ibu ). Beliau disekolahkan oleh kakaknya tersebut di STM Muhammadiyah Jogjakarta di jurusan teknik mesin. Di STM tersebut Pak Mochtar tidak dibiayai sekolah oleh kakak beliau. Jadi beliau tetap harus bekerja untuk biaya sekolah di STM yaitu beliau bekerja mengurusi becak dan pada saat itu pula kedua kakak perempuan Pak Mochtar sudah menikah, jadi beban beliau untuk mencari nafkah berkurang.
Setelah tamat STM, beliau tidak boleh kuliah. Dan kakak laki-laki beliau meminta Pak Mochtar untuk meneruskan pekerjaannya untuk mengurusi becak. Padahal Pak Mochtar sangat ingin sekali melanjutkan sekolah di jenjang perkuliahan. Akhirnya secara diam-diam beliau mendaftarkan kuliah di 2 Perguruan Tinggi yaitu Universitas Gadjah Mada ( UGM ) dan IKIP Negeri Jogjakarta. Beliau diterima dikedua Perguruan Tinggi tersebut. Dan Pak Mochtar memilih salah satu yaitu di IKIP Negeri Jogjakarta dan mengambil jurusan FKIE. Beliau membiayai kuliah dengan keringat beliau sendiri, karena sistemnya beliau digaji dan uang hasil kerjanya tersebut dikumpulkan selama 2 tahun.
Semakin lama, Pak Mochtar tidak tahan dengan lingkungan tempat tinggal pada saat itu, dikarenakan sesuatu hal. Dan Pak Mochtar merasa ingin bertransmigrasi ke tempat lain, akan tetapi pada saat itu persyaratan untuk bertransmigrasi adalah berkeluarga atau mempunyai keluarga ( mempunyai istri ). Akhirnya, Pak Mochtar menikah di tahun 1979 pada usia 24 tahun dengan istri yang pada saat itu istri beliau berumur 17 tahun. Dan setelah Pak Mochtar mempumyai istri beliau membatalkan keinginannya untuk bertransmigrasi karena Pak Mochtar menyadari bahwa kuliah yang sedang dijalaninya sebentar lagi selesai. Sebab, jika Pak Mochtar tetap melakukan transmigrasi ke tempat lain maka Pak Mochtar harus meninggalkan kuliahnya. Akhirnya, Pak Mochtar memutuskan untuk meneruskan kuliahnya. Akan tetapi Pak Mochtar tidak memiliki uang untuk makan dan kuliah. Sehingga, pada saat itu beliau dan istrinya membuka usaha yaitu berjualan bakso, es, soto, mie dan lain-lain. Usaha beliau dan istrinya tersebut sangat menguntungkan sekali “laris manis”. Setiap pagi Pak Mochtar belanja untuk usahanya itu sampai sekitar pukul 11.00 siang dan beliau kuliah pada pukul 13.00 sampai selesai.
Pak Mochtar berjualan bakso selama ± 2 tahun di 2 tempat yaitu di Sleman dan di Jogja. Pada saat akan menyelesaikan kuliahnya di tahun 1980, beliau diminta untuk menjadi guru di sebuah sekolah yaitu SMA Negeri 1 Pomggol, Muntilan. Beliau direkrut sebagai guru fisika. Selain itu Pak Mochtar juga direkrut oleh pihak sekolah lain yaitu SMA Muhammadiyah Borobudur dan SMA Muhammadiyah 1 Muntilan. Akhirnya Pak Mochtar berprofesi sebagai guru dan beliau menjadi sarjana muda pada tahun 1980. Setelah itu beliau juga melanjutkan sekolah di tingkat doktoral dan selesai pada tahun 1984 serta mendapatkan gelar Drs pada saat itu.Pak Mochtar dan istrinya mempunyai 3 putra dari hasil pernikahannya. Akan tetapi, keluarga beliau bertambah orang karena ada yang ikut dengan keluarga beliau yaitu sekitar 7 orang dan yang ikut serta di sekolahkan ada 4 orang. Sekarang, 3 dari 4 orang tersebut telah menyelesaikan Strata 1nya di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan 1 anak lagi sekarang masih duduk di kelas 6.
Berlanjut pada tahun 1983, Pak Mochtar ingin membuk usaha lain yakni membuka bengkel TV dan ternyata usahanya sangat menguntungkan. Akan tetapi beliau merasa keberatan menghadapi usaha ini karena sangat banyaknya pelanggan dan juga beliau harus mengajar di 4 sekolah. Oleh karena itu, bengkel TV tersebut akhirnya di tutup.
Seiring berjalannya waktu, kebutuhan Pak Mochtar dan keluarga semakin banyak, akhirnya Pak Mochtar mencari usaha lain yaitu usaha kertas. Beliau mengambil kertas-kertas dari kantor-kantor. Dan pada saat itu, beliau juga sudah mengajar di sebuah sekolah yaitu SMP IT Ihsanul Fikri. Dan beliaulah yang mendirikan sekolah itu. Karena adanya penataan di sekolah itu, pada tahun 2007 beliau menjadi kepala sekolah di SMP IT Ihsanul Fikri. Sekitar pada tahun 2009/2010 Pak Mochtar mempunyai tanggungan di SMA N 1 Muntilan, SMA Muhammadiyah 1 Borobudur, SMA PGRI Muntilan, SMA N 1 Candimulyo, SMA N 1 Ngluwar, SMP IT Ihsanul Fikri, dan SMAI IT Ihsanul Fikri.
Pak Mochtar adalah sosok seorang yang sejak kecil tidak mempunyai cita-cita. Dan dari segi materi Pak Mochtar tidak pernah berkecukupan sejak kecil. Dan di kehidupan baru Pak Mochtar sekarang, beliau menjadi kepala sekolah di SMP IT Ihsanul Fikri serta beliau juga sempat pernah menjadi kepala sekolah di SMA IT Ihsanul Fikri. Selain itu beliau pernah menjadi guru inti di tingkat Kabupaten, menjadi wakil kepala sekolah, menjadi ketua MGMP Kabupaten Magelang dan pernah pula menjadi guru teladan propinsi.
Di sisi lain juga, sekolah yang dibawainya yakni SMP IT Ihsanul Fikri telah berkembang menjadi sekolah yang telah berstandar Nasional.
BAB 3
Penutup ,berisi kesimpulan dan saran yang didasarkan data pembatasan.
Kesimpulan dari penelitian kami adalah pelaku mobilits sosial mengalami mobilitas sosial secara vertikal keatas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar