Waktu aku kelas 10 kemarin, temenku Gita Octaviani dari MAN 1 Yogyakarta, ngasih tau aku kalo waktu itu mau ada Speech Competition dari Erlangga karena dia tahu aku suka Bahasa Inggris. Dan ketika itu aku ngasih tahu juga ke temenku Iffatul Latifah, dia pinter banget bahasa Inggris dan dia juga udah banyak pengalaman ikut lomba-lomba bahasa Inggris waktu dia masih SMP. Exactly, dia dari SMP Negeri 3 Temanggung. Setelah dia aku kasih tahu tentang lomba itu dia langsung bersemangat buat ikutan dan daftar. Dia ngajakin ikutan lomba itu sama orang-orang yang suka English yaitu aku dan satu lagi temenku yaitu Luthfia Khoirunnisa, yang sekarang dia menjabat sebagai Chief of Language Departement for Female di OSIF (Organisasi Siswa Ihsanul Fikri) atau bahasa arabnya Mas’ul fiil Qismul Lughoh. Yang mana akhirnya kita bertiga ndaftar lomba tersebut, dan dari penyelenggara lomba untuk lomba speech itu menyediakan beberapa tema sebagai bahan pidato.
Yaah…akhirnya kami bertiga telah memilih tema masingmasing sesuai pilihannya dan langsung membuat kata-kata untuk pidato. Asal kamu tahu aza…yah.bahwa waktu pelaksanaan lomba sangat dekat sekali dengan waktu ketika kami mendaftar. Ya……. Bilang saja lomba itu sangat mendadak sekali sehingga kami harus latihan dengan serius!!
Aku ingat, ketika itu kami bertiga sekamar dan malam-malam pada hari Jum’at kami membuat bahan pidatonya sampai malam sekali dan pada hari Sabtunya, aku kebetulan sakit..(banyak pikiran), padahal hari ahadnya adalah waktu pelaksanaan lomba tersebut yang diadakan di Yogyakarta. Akhirnya, pas hari sabtu tinggal Iffatul dan Luthfia berlatih tanpa diriku hingga meminta izin kepada waka kurikulum yatu bu Yuvita Nurma untuk diberi izin agar 1 hari itu tidak sekolah dengan alasan untuk latihan Lomba Pidato untuk hari esok. Padahalnya lagi…..hari sabtu itu adalah hari kepulangan dari kepengasuhan. Waduuh…ketika itu akuu bingung banget….tapi hatiku berkata bahwa aku tidak ingin mengikuti lomba tersebut dan hari itu aku memutuskan untuk pulang saja karena sudah 1 bulan aku tidak pulang dan aku sangat rindu dengan keluargaku.
Akhirnya aku berkata dalam hati "YA!, Aku lebih baik pulang saja dan keputusanku bulat untuk tidak jadi ikut lomba English Speech ini, ya aku tahu bahwa ini adalah kesempatan emasku untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggrisku, tapi mau gimana lagi…InsyaAllah aku akan mencari lomba English yang lain di lain waktu…di kesempatan yang lebih tepat pula…bismillah… ". Setelah keputusanku bulat aku meminta izin kepada Iffatul dan Luthfia bahwa aku membatalkan untuk ikut serta dalam lomba tersebut dan aku ingin pulang. Dan mereka terserah-terserah saja aku akan ikut atau tidak, tetapi terlihat dari muka mereka sedikit rasa kecewa karnaku. Tapi…ya…gimana lagi??? Aku bingung!!??
Akhirnya aku pulang ke rumah dan pada hari ahad aku kembali lagi ke asrama….
Sesampainya di IF aku bertanya kepada Luthfia tentang lomba tersebut dan ternyata Lomba Speechnya diundur sampai hari dimana hari tersebut adalah hari untuk UTS (Ulangan Tengah Semester), so automatically….Pak Jamaluddin *kepsek tak mengizinkan kami untuk mengikuti lomba itu……!!!
Ya…………..udah deeeehhhh…….masih ada hari esok………..InsyaAllah masih ada banyak lomba di luar sana buat kedepannya…………..Say Takbir AllahuAkbar!!!!
Text pidato bahasa inggris yang aku buat malem-malem
PROMOTING OUR CULTURAL HERITAGE
Nowadays, we know Indonesia have so many cultures (multicultural) from facet tourism, habit, custom, song, culture heritage, etc. But it’s very regrettable if our culture should had copied by other countries no more than because of less optimally government on everlasting, developing, and promoting our culture to the International World. Because of less optimally government’s effort on the culture will have an impact on public. So they have no interest on everlasting the culture, especially teenagers. Whereas teen’s act on everlasting and promoting Indonesia culture so very needed. We know that teenagers in our country more not interest with Indonesian’s culture but they more choice Western culture. Even they almost forgot with their cultures that they have.
On other thing, we could see the thing from tourism. We know places as Bali and Borobudur being places which suitable to visit. Whereas actually, very much beautiful place in Indonesia that unknown by foreigner who visit to Indonesia like Lombok Island, Bangka Island, Karimunjawa Island and the others. Because of it…I stand here will inform some creative ideas in order International World know that Indonesia have so many cultures.
The most important thing that should we do to promote our culture heritage is we ought to make indonesian people concern with Indonesian culture. If Indonesian people had concerned with Indonesian’s culture we can easier to promote the culture to International World. These are the ways to promote our culture to International World. First, We can introduce our culture trough the TV. TV’s studio make a channel which the program especially to show all about Indonesia culture with International language. Second, because of nowadays film is trending, we can show the culture trough film that the background is all about Indonesia culture. Because of that many people could know our culture. Third, we know Indonesia have very much popular singer and group band, so they can make songs about Indonesian culture. Because nowadays, song is one of thing which people ilke to listen. Fourth, through Internet we can to introduce Indonesian culture to International world. Because nowadays we know many people in the world is booming one use internet as Facebook, Twitter, Yahoo, YouTube and the others, So we can advertise our culture with this media. Fifth, we know that Indonesia have trend clothing as Batik. With Batik we can promote the culture trough fashion. We can hold event like Fashion Show which introduce Batik to International world. Except Batik we know Reog Ponorogo, Pendet dance, wayang almost grabbed from Malaysia, so through fashion we also show Reog Ponorogo to proclaim that Batik, Reog Ponorogo, Pendet dance, and wayang are ours. We also could make bag, jacket, and other accessories that made of Batik. Sixth, we know many tourists from many countries in the world often comes to Indonesia to visit Bali, Borobudur and other beautiful places. The way sixth one, we can promote our culture heritage to the foreigner who visited through Festival. We show all of our culture with Festival.
The conclusion, everything in our hand namely Youth Generation and in Government hand, how the government’s way to promote Indonesia Culture to International World. I hope could as Japan and Government could bring Indonesia’s image as multicultural country to International World. My suggestion about Indonesia league don’t just press on academic aspect, but also how the students could everlasting and keep the culture in Globalisation era. Because we see, very minim their knowledge toward the culture we have. So let’s love our culture and proud with Indonesian culture heritage!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar